Badanku gemetaran melihat tatapan mesum para om-om cabul itu. Bokep Dua kali kuacuhkan akhirnya sms pun masuk, ‘GUE TIDAK PEDULI’. Pakaianku mereka lucuti hingga tersisa bra dan celana dalamku saja. “Lepaskan aku…”, pintaku sambil menendangkan kakiku. Ia kemudian membopongku hingga ke kamar mandi yang berada dalam ruangan. ‘TIDAK PERLU, GUE SUDAH OTW KE SANA’, sms lanjutan Alex. Mereka menusukkan jari jemari mereka terus menerus ke dalam lubang vaginaku. Kepalaku masih pusing, penyakitku sudah sangat menyiksa diriku, kembali aku memuntahkan sesuatu yang cair dan bau. Dengan sangat terpaksa akupun membiarkan penisnya masuk ke dalam mulutku. Pria ketika terus menggenjotku tanpa peduli hingga ia berejakulasi dan sama seperti temannya lagi, menyemprotkan sperma di dalam vaginaku. Aku capek, kepalaku pusing, mataku berkunang-kunang, dan perutku mual-mual.










